top of page

Membangun Karir Sukses sebagai Cloud Engineer

Updated: Jun 13, 2023

Pengembangan cloud yang semakin mutakhir telah memudahkan penyimpanan dan pencadangan data tanpa server berbasis hardware. Begitu pun dengan akses informasi yang dapat dilakukan dari perangkat berbeda serta pembaruan software dapat dirilis sesuai permintaan. Sistem cloud semakin berkembang ke arah yang baik. Hingga muncul istilah cloud engineer, yakni orang yang bertugas dalam suatu sistem cloud.

Nah, apa saja tugasnya? Anda dapat mencari tahu jawabannya dari ulasan berikut.

Definisi Cloud Engineer

Cloud engineer adalah profesi yang pekerjaannya merancang, mendesain, dan bertanggung jawab melakukan dukungan pada sistem cloud computing. Atau secara teknis orang yang berada di balik layar agar semua sistem cloud tetap berjalan. Biasanya posisi ini dibutuhkan untuk pengolahan data perusahaan berbasis cloud, terutama perusahaan di bidang teknologi serta startup.

Dapat mencakup beberapa posisi spesifik seperti network engineer, cloud security engineer, cloud system engineer, cloud software engineer, serta cloud architect. Tugasnya sesuai kebutuhan perusahaan. Beberapa tahun ini cloud engineer menjadi salah satu keahlian yang dibutuhkan bersama manajemen basis data dan keamanan siber.

Berikut adalah beberapa job desc-nya:

  1. Memindahkan setiap data sistem tradisional ke aplikasi berbasis cloud. Sistem aplikasi cloud punya kelebihan bisa diperbaharui sesuai perkembangan teknologi. Proses migrasi tentu penting dan riskan, kalau terjadi kesalahan dapat terjadi kebocoran atau kehilangan data.

  2. Memantau sistem pada keseluruhan kerangka kerja atau infrastruktur cloud.

  3. Inisiatif debugging pada semua pengembangan dan mengelola lingkungan cloud.

  4. Mengikuti trend aplikasi dengan teknologi terbaru, tren industri, dan inisiatif berbasis cloud.

  5. Menganalisis dan melaporkan karakteristik data menggunakan Bigtable, Cassandra, SQL, dan lain-lain.

  6. Mengotomatiskan proses pemantauan, konfigurasi, instalasi, fungsi dan platform berbasis cloud di seluruh sistem.

  7. Membuat dan mendesain berbagai layanan web di lingkungan cloud.

  8. Memerlukan pengalaman Azure, Google, atau AWS.

  9. Berkolaborasi dan bekerjasama untuk menemukan solusi pada masalah teknis dan mengimplementasikannya pada sistem cloud.

Tanggung jawab seorang cloud engineer memang cukup banyak karena harus memastikan cloud computing berjalan mulus tanpa hambatan bagi penggunanya. Mulai dari desain, merencanakan manajemen pemeliharaan, serta mendukung kemajuan sistem tersebut.

Keterampilan yang Diperlukan Cloud Engineer

Tertarik di bidang ini? Untuk menjadi seorang insinyur cloud, saat ini tidak harus dari lulusan Teknik Informatika dan Komputer. Yang dibutuhkan adalah

skill atau keterampilan yang berhubungan dengan profesi ini, minimal pernah bekerja atau magang. Seperti berikut ini.

1. Bahasa Pemrograman

Kemampuan dasar yang perlu dikuasai insinyur cloud adalah pemrograman terkait komputasi awan. Dalam praktiknya terdapat beberapa bahasa pemrograman yang wajib seperti berikut:

  1. Phyton banyak digunakan dalam aplikasi cloud karena baris kodenya lebih sedikit dibandingkan bahasa lain. Serta diklaim sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi.

  2. XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa pemrograman yang berfungsi melakukan mark up data. Termasuk yang populer dan biasa disandingkan dengan bahasa pemrograman Java. Bahasa pemrograman XML mendukung pertukaran informasi antara sistem web, aplikasi pihak ketiga, dan basis data melalui jaringan apa pun. Pada cloud XML berperan sebagai konfigurasi Apache Hadoop.

  3. SQL kerap digunakan dalam pengembangan aplikasi sebelum cloud. Biasanya untuk mengakses data dalam basis data relasional. Hampir semua server basis data saat ini mendukung bahasa pemrograman SQL untuk melakukan manajemen datanya.

  4. R adalah bahasa pemrograman yang berperan menganalisis Big Data. Programmer menggunakannya untuk membuat laporan, statistik, serta grafik.

  5. GFM adalah singkatan dari Github Flavored Markdown, banyak sekali dilibatkan dalam project cloud computing.

  6. RegEx adalah singkatan dari Regular Expression, yakni bahasa pemrograman cloud computing berbasis Linux. Manfaat pentingnya untuk validasi data, pencarian, serta fitur find and replace.

  7. Clojure dinilai sangat fungsional karena bahasa pemrograman ini juga berperan sebagai kompilator. Clojure populer dalam analisis data.

  8. Haskell sering digunakan untuk distribusi. Pengguna Haskell di Indonesia sangat sedikit karena bahasa pemrograman ini tergolong sulit dipelajari.

  9. Golang dalam dunia computing sering digunakan mengatasi traffic tinggi. Bahasa pemrograman ini cukup populer karena berbagai kelebihannya dan bersifat open source. Footprint memorinya kecil dan bisa mendukung fungsi concurrency.

2. Virtualisasi

Cloud engineer juga perlu kemampuan menjalankan dan menyebarkan software aplikasi melalui mesin virtual. Akan lebih baik apabila Anda tahu fungsi manajemen terhadap jaringan umum.

3. Keterampilan Basis Data

Cloud Engineer wajib memiliki pengetahuan tentang MySQL dan berbagai tools terkaitnya, Hadoop, serta manajemen basis data secara teknis. Sehingga dapat menjaga integritas sekaligus meningkatkan keamanan data.

4. Linux

Skill ini sudah pasti dimiliki lulusan informatika dan komputer. Hingga sekarang pun Linux masih sering digunakan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang cloud computing.

5. Mobile App dan Web Development

Kini semakin banyak perusahaan yang ingin mengembangkan layanan untuk pelanggan maupun karyawan berbasis aplikasi mobile dan website. Jadi penting menguasai skill tersebut.

6. Memahami Penyedia Cloud

Pemahaman tentang penyedia cloud juga dibutuhkan seorang insinyur cloud. Hal ini penting karena menjadi dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan komunikasi antar kedua belah pihak.

7. Keamanan dan Pemulihan

Kedua kemampuan ini harus mumpuni karena cloud adalah salah satu aset bernilai. Cloud engineer pasti bisa menjaga keamanan dan memulihkan sistemnya.

8. DevOps

DevOPS adalah infrastruktur teknik cloud yang terkenal, sehingga organisasi dapat memahami pratiknya dengan baik. Khususnya AWS DevOPS menjadi kemampuan paling dicari para vendor cloud.

9. Layanan Web dan Interface Pemrograman Aplikasi

Pengetahuan tentang standar terbuka seperti Web Services Description Language (WSDL), Simple Object Access Protocol (SOAP), Extensible Markup Language (XML), cara kerja API dan perencanaannya, serta Universal Description, Discovery, and Integration (UDDI). Semua hal tersebut wajib dimiliki cloud engineer.

Proses Sertifikasi Cloud Engineer

Menjadi seorang cloud engineer memang harus memiliki keterampilan teknis yang relevan. Selain itu pengalaman langsung dalam membangun cloud computing sangat penting. Anda bisa menambah portofolio dengan terlibat dalam proyek-proyek kecil terkait pembangunan infrastruktur cloud.

Untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan teknis Anda dapat mengikuti sertifikasi di bidang tersebut. Beberapa sertifikasi cloud engineer meliputi Google Associate Cloud Engineer, Microsoft Azure Fundamentals AZ-900. Jika berhasil mendapatkannya maka Anda telah terbukti menguasai cloud computing kepada pengguna jasa.

Berikut adalah proses mendapatkan sertifikasi Google Associate Cloud Engineer.

  1. Menerima dan mengetahui proses cloud computing dari Google cloud platform.

  2. Meningkatkan kemampuan.

  3. Mengikuti ujian untuk memperoleh sertifikasi Cloud Engineer.

  4. Mempelajari Google cloud platform untuk merancang dan memprosesnya.

  5. Mendapatkan sertifikasi Google cloud setelah ujian selesai.

Dengan mengikuti sertifikasi Anda akan memperoleh berbagai pembelajaran dan pengalaman yang benar. Setiap cloud engineer memang diwajibkan memiliki sertifikasi tersebut sebagai salah satu bentuk persiapan diri. Tips terbaik mendapatkan sertifikat dengan memahami materi yang akan diujikan. Persiapan paling penting adalah latihan, itulah kunci sukses membangun karir sebagai cloud engineer profesional.




139 views0 comments

Comments


bottom of page